3 Kesalahan Fatal Caleg Zaman Now

Ketika memutuskan maju menjadi caleg, kita perlu beberapa strategi pemenangan, tentunya. Namun, sependek pengalaman saya, ada 3 kesalahan fatal yang umumnya dilakukan oleh para caleg zaman now.

Baiklah, mari kita mulai.

3 Kesalahan Fatal Caleg 2019

Pertama, ya kesalahan pertama. Kesalahan pertamanya adalah kamu klik mengunjungi blog ini soalnya kan saya juga sama-sama baru jadi caleg. 🙂 Bagikan dulu ya postingan ini biar gembira sejenak teman-teman caleg se-Indonesia.

Kedua, salah tandeman. Ibaratnya melakukan perjalanan panjang, seorang caleg memerlukan tandeman, mitra, atau teman seperjuangan – bukan penumpang. Ingat ya, tandeman kita itu teman seperjuangan. Sama-sama berjuang bukan osak asik numpang selama perjalanan. 

Seorang tandem memiliki peran, fungsi, tugas, dan tetek-bengek lainnya yang sama atau setidaknya mirip-mirip dengan apa yang kita lakukan. Ketika kita menyebarkan spanduk, kartu nama, atau brosur, misalnya, tandeman kita harus ikutan. Setidaknya, ia akan membuka spot baru untuk kita bisa menyebarkan materi kampanye kita.

Gimana kalau tandeman kita cuma osak-asik? Ya, itu dia tadi berarti kita salah tandem. Kalau masih bisa dirembukin, baiknya sampaikan baik-baik ke tandeman kita untuk kembali berjuang bersama. Jika masih ga bertindak seperti yang kita harapkan, meninggalkannya bisa menjadi pilihan paling baik daripada sepanjang perjalanan akan menjadi beban saja. 

Ingat: tandem bukan penumpang, tapi kawan seperjuangan.

Ketiga, caleg tidak mempersiapkan anggaran dan waktu kampanye. Ini dua hal yang saya satukan dalam pembahasannya. 

Jika kita tidak punya anggaran yang cukup, pastikan kita mengalokasikan waktu yang banyak.

Waktu itu bisa kita gunakan untuk melakukan kunjungan warga (door-to-door campaign), menyapa masyarakat di daerah pemilihan, menyebarkan materi kampanye, atau melakukan kerja-kerja sosial kemasyarakatan. Misalnya, menemani salah satu anggota masyarakat yang kesulitan menghadapi layanan administrasi kependudukan, biaya sekolah, sampai perbelitan BPJS.

Sebaliknya, jika kita tidak punya waktu yang cukup, pastikan kita mengalokasikan anggaran (uang) yang banyak. Hal ini dapat membantu proses kampanye kita berjalan sesuai dengan rencana pemenangan. Oia, uda punya rencana pemenangan, belum?

Rencana pemenangan bisa memuat jumlah anggaran yang dibutuhkan. Karena kita tidak memiliki waktu yang banyak, maka anggarannya harus kuat. Anggaran itu untuk menggantikan waktu relawan atau teman yang bersedia melakukan kerja-kerja kampanye seperti blusukan, kunjungan warga, pendampingan, dan lain sebagainya.

Nah, yang terakhir nih. Bonus atau biar lengkap aja jadi 3 kesalahan fatal caleg zaman now, yaitu:

Ga punya waktu, ga punya uang tapi mau menang. Lu nginggo?